Monday, 06 February 2012

Kata-Kata Bijak

"To err is human--and to blame it on a computer is even more so."

Info Lowongan

Info Lowongan

Sitemap

Sitemap
Home
Dia Tak Sehebat Saudaranya
Written by Psychosense   

 

Dia Tak Sehebat Saudaranya

Dalam keseharian setiap keluarga, masalah bagaimana bila anak yang satu tidak berprestasi sehebat yang lain kadang luput dari perhatian orang tua. Padahal bila si anak yang tak berprestasi menyadari hal ini, tentulah dapat membawa dampak kurangnya rasa percaya diri atau bahkan anak menjadi menarik diri.

 

Prestasi bisa terwujud dalam berbagai bentuk dan antara keluarga yang satu dengan yang lain tidak ada standard yang sama. Bisa saja apa yang dinilai prestasi di sebuah keluarga, dipandang sebagai hal wajar dalam keluarga lain. Dalam satu keluarga yang sama pun, patokan prestasi amat relatif. Suatu hal yang sebelumnya dianggap prestasi lama – kelamaan menjadi hal biasa atau sesuatu yang pada situasi tertentu dianggap prestasi, dinilai biasa pada situasi lainnya.

 

Apa yang sebaiknya dilakukan? Tidak memuji si anak yang berprestasi adalah langkah yang salah. Si peraih prestasi perlu mendapat pengakuan untuk meningkatkan self esteem sekaligus mendorongnya untuk terus mempertahankan dan bahkan meningkatkan prestasinya. Namun sebisa mungkin jangan membangga – banggakan si peraih prestasi dihadapan saudaranya. Ada perbedaan antara memuji dengan memuji – muji. Si kakak atau si adik yang tidak sehebat saudaranya akan merasa tersisih jika orang tuanya terus membanggakan sang saudara.

 

Selain itu, jangan pernah membanding – bandingkan apa yang dilakukan atau dicapai anak yang satu dan lainnya. Jangan juga membanding – bandingkan kelemahan anak yang satu dengan saudaranya. “Dulu waktu seumur kamu, kakak kamu sudah lancar baca tulis”. Atau “Adik kamu juara kelas, kamu kakaknya malah jelek nilainya”. Hindari juga menasehati dengan membawa – bawa nama saudaranya.

 

Sarankan masing – masing anak untuk mengikuti kegiatan yang berbeda. Bila si kakak hebat di olah raga, mungkin adiknya lebih berbakat di seni. Buka wawasan anak agar mereka dapat memilih kegiatan yang benar – benar sesuai dengan minatnya. Dengan mengikuti kegiatan yang berbeda, anda bisa lebih leluasa menentukan batas keberhasilan. Tidak perlu menjadi juara, berhasil melakukan hal kecil pun sudah kehebatan tersendiri.Laughing

 

(Artikel ini dimuat di majalah Toddler – Volume 2, 2006)
 
< Prev   Next >